Bagaimana
kehidupanmu dalam kondisi kekurangan pendengaran (tunarungu) selama ini?
Jawabanku : Kehidupanku serasa sunyi, tetapi tidak sunyi adalah HATI.
Aku dulu pernah fokus kekuranganku, tapi sekarang enggak. Hatiku saja tidak
pernah sunyi, hati aku selalu dapat berbicara. Biasanya, hati aku itu dapat
berbicara yang menuju ke pikiranku buat kesimpulan. Saat memakai ABD, aku
merasa dunia yang dapat memasuki hidupku cukup rumit dan rasanya mau berantakan
dengarnya. Hehe J
Apakah
ada masalah selama menjalani kehidupan
ini? Masalah apa yang paling sulit yang kamu hadapi?
Jawab : Tentunya ada, selalu ada pada umumnya. Masalah yang sangat sulit
adalah berkomunikasi di luar lingkungan, karena di luar tidak begitu mudah bagi
aku yang kubayangkan. Aku sih pernah
diminta guru aku untuk bersosialisasi dengan beberapa sekolah umum maupun
diluar lingkungan, ternyata bagiku itu hanya mencoba berkomunikasi dengan di
luar dan menghilangkan rasa minder. Tapi, reaksi mereka adalah pendapat mereka,
itulah hak mereka.
Bagaimana
cara kamu mengatasinya? Siapakah yang pertama kali kamu minta bantuannya?
Jawab : Masalahnya, komunikasi yang paling utama. Cara bisa mengatasi
adalah melihat gerakan bibir, berisyarat atau meminta menulis kertas jika
diperlukan. Yang membantuku untuk berlatih berkomunikasi adalah guru aku,
setelah dewasa yang membantu untuk mencoba berbaur dengan luar lingkungan
adalah orangtua aku dan guru aku yang berbeda. Yang pernah tertimpa masalah
berbentuk resiko, aku sering minta bantuan teman terdekat dan sahabat aku.
Masalah pribadi dan berat itu seharusnya untuk mama saja. J
Apakah
kamu pernah merasa diperhatikan oleh orang-orang di sekelilingmu? Seperti di
rumah, sekolah, atau tempat yang kamu biasa kunjungi. Seperti apa bentuk
perhatiannya?
Jawab : Dalam pemahaman mereka mungkin saja muncul “ANEH” karena saya
menggunakan bahasa isyarat dengan sesama maupun luar juga. Kelihatannya
bengong, malah ditertawakan gitu loh. Aku tidak begitu merasakan kalo semacam
itulah, tapi lebih sakit adalah dibilang BUDEK.
Bagaimana
reaksi teman-temanmu terhadap kondisimu?
Jawab : Kemungkinan besar adalah memahami kekurangan kita dan menerima
kekurangan kita, malah diminta belajar bahasa kami. Sungguh tidak menyangka
begini, karena bahasa itu unik yang biasanya kita digunakan.
Apa
yang kamu harapkan dari orang-orang yang ada di sekitarmu atau di tempat-tempat
umum?
Jawab : hmm.. Harapanku, orang2 bisa memberikan kaum TR sebuah
kesempatan u/ bekerja maupun kuliah. Lebih jauh kalo gaet impian kaum TR memang
sulit, jujur saja aku itu dulu sudah memikirkan bahwa sesuatu dari oranglain
akan menyalurkan aksi mereka seperti memberi aksi. Aksi yang paling penting
adalah ambisi, maju dan wawasan yang lebih luas.
Apa
harapanmu yang ingin kamu capai sebagai anak tunarungu?
Jawab : Harapanku untuk mencapai tujuanku, tetapi harapan itu sebagai
tujuan Tuhan Allah.
Menurut
kamu, siapa saja yang menyayangimu? Apa bentuk rasa kasih sayang itu?
Jawab : Semua. Keluarga besarku, teman dan tentu saja Tuhan Allah yang
selalu menyayangiku
.
.
Apa
motivasi kamu untuk tetap maju dan percaya diri selama menjalani kehidupan ini?
Jawab : Motivasiku hanyalah dari diri sendiri, moto dari saya “Diri
sendiri adalah segalanya”
Pernahkah
kamu merasa bersyukur untuk hidup meski kamu mempunyai kekurangan?
Jawab : Pernah sih, aku bersyukur bahwa Tuhan telah memberiku sebuah
pikiran yang panutan hidup saya.
Apa
cita-citamu di masa depan?
Jawab : Masa depanku adalah rencana Tuhan, paling sulit kalo menemukan takdir
untuk masa depanku. Aku sih dulu cita2nya dokter, nah sekarang pengusaha yang
sukses. Sebenarnya takdir itu memang sulit ketahui.
Indira Ulina Girliana, 17 tahun, Semarang.
Komentar
Posting Komentar