Langsung ke konten utama

Ronda rindu yang telah menyelimutiku di alam bayanganku.

He's cool, but he is a good man. He makes I cannot forget it, because he could give me was joke in my life! An another chance, I can meet him?

Dia adalah orang yang berada di duniaku telah kutemui. Kita mempertemukan oleh guru saya, terdengar olehku saya sedang memperkenalkan dunia dia dan sebaliknya. Dunia memang berputar, tapi dunia tetap ada hidup kita. Dunia hanya membutuhkan waktu agak lama untuk memahami percakapan kita, percakapan kita memang sulit pahami tapi hanya bisa memahami gerak-gerik kita (maksudku isyarat kita). Sehingga dia pun akan memang belajar duniaku, sebaliknya saya belajar dunianya. Dia pun belajar dengan kode-kode isyarat ala saya denganku, sebaliknya saya belajar bahasa dia dengannya..

Saya akan berbagi beberapa detail yang kuceritakan, 
 
Sejujurnya moment ini benar-benar tidak terlupakan adalah bercanda denganku. Saat selesai ibadah, dia sengaja menendang sepatuku arah pintu sehingga aku mengambil dan mengejarnya bahkan cubit dengannya. Satu detik, satu jam dan satu malam takkan bisa ungkapan dengan kata-kata yang kita sedang bercanda saat waktu yang kita miliki.Namun hal ini benar-benar gila yang pernah kulihat.

Hal yang tidak terlupakan adalah memeluk kode fisik saya.
Saat memasuki acara yang kita hadir, tapi acara saja belum dimulai. Acaranya cuma 20 menit lagi, sebaiknya kita akan mempersiapkan diri kita untuk tampil. Tiba-tiba guru saya menyuruh dia untuk belajar kode-kode isyarat ala saya, saya pun bersedia mengajarkannya kode-kode isyarat dengan sepenuh hati. Dia tampak senang bisa belajar dengan saya, tapi dia kelihatan gugup juga didepan saya saat saya mengajarinya. Aneh saya sendiri tidak gugup sama dia, tidak ada macam2 dengan pikiranku tentang dia. Namun saya malah senang menambahkan teman baru yang berbeda, tapi serasa duniaku akan berbeda dari sebelumnya. Hehehehe... Beberapa detik telah dimulai, waktu kita yang bersedia siap untuk tampil. Aku menoleh ke arah guruku untuk siap2. Terdengar dari guru saya, guru saya pun katakan "Siap kalian, 1..2..3.. Mulai". Kita berjalan sambil menyambut penuh hangat dan penuh gelisah sedikitpun. Dalam hatiku tetap tenang saat tenang, kita langsung menyanyi. Kira-kira 15 menit, kita telah melakukan dengan baik ketika kita tampil dan menyanyi.Acara itupun berlangsung dengan baik dan acara pun sudah selesai. Kita dan beberapa rekan2 sedang menuruni tangga untuk mengunjungi tempat makan malam. Suatu saat, kita sedang makan sambil berngobrol sementara. Lelucon dan guyon.
Selesai makan, kita diminta foto bareng beberapa rekan2. Siap2 berkumpul, siap grak! Hehehe.. Kumpul2 orang2 disekitar kita, siap kita berfoto dengan mereka dan saya tidak menyadari bahwa dia sedang memelukku fisik saya saat berfoto dengan mereka kedua kali.
Itu begitu kutangkap memori yang benar-benar konyol bagiku. Mungkin itu sebagai kenangan, aku rasanya aku miliknya dan saya seolah-olah sepertinya miliknya.


Saya sedang mengutik handphone saya, sedangkan dia tidak berdiam diri. Dia malah mencair suasana gaya bicara yg biasa saja, sehingga memberiku sebuah premen untukku.

Ini bukan saya berharap untuk mengembalikan masa kita, melainkan mengeluarkan suara saya untuk menulis sini. Hanyalah untuk mengisi ceritaku, semacam cerita itu saja. Tapi sebenarnya aku hanya merindukannya adalah dia yang bercanda sama saya.

SEKIAN!!

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Hello! I'm back!  Be the way, I was busy to handle my task while I got the activies and job!  Aku senang kembali menulis di blogku, menulis adalah ceritaku. Apapun suaraku yang kupakai buat menulis. Ya, ini adalah kehidupanku.  Kehidupanku masih tetap datar, tapi menjalani hidupku penuh berliku-liku karena sedang memperjuangkan hak-hak dalam segala hal. Hidup aku dalam dunia sunyi karena aku terlahir anak Tuli sejak lahir. Tapi, aku bersyukur aku normal selayaknya anak normal sehingga lebih bersyukur lagi keluargaku menggunakan bahasa Isyarat (abjad). Bahasa Isyarat adalah akses komunikasi bagi anak Tuli.  Selama hidup yang penuh sunyi, aku sini tidak begitu menghiraukan dengan masa depanku. Selalu bersyukur jika memproses dalam hidupku yang dijalani.  Jadi, aku masih berusaha belajar menyerap lingkungan yang berbeda agar meningkatkan kualitas dan kenyamanan kita gunakan.  Salam semangat, Ira. 

2022, I am back.

6 tahun yang lalu, hidupku penuh kejutan dan mampu melewati kehidupanku saat ditengah badai yang menyerangku. Hidup ini tidak selalu indah yang kukira, hanya bisa kita merasakan adalah titik dimana aku rasakan lalu akan merenungkan.  Pekerjaanku? Cinta? Rencana? Keluarga? Pendidikan? banyak yang hal yang terjadi di hidup saat ini, yang ku lewati. So, aku berusaha untuk menghargai waktuku dan berusaha sebaik mungkin terhadap kehidupan saat ini.  Banyak hal yang aku harus mengejar tujuanku akan capai, tujuanku merupakan pencarian jati diri yang akan dibentuk. Nah, aku masih mencari apa penyebabnya dan solusinya saat aku menjalani hidup aku. Tidak mudah ketika aku menjalani tujuan dan hidup, karena banyaknya yang akan kubenahi.  Saatnya, aku melanjutkan hidup pada berikutnya :)

Kata-kata dari Justin Bieber :).

“There’s gonna be times in your life when people say you can’t do something. And there’s gonna be times in your life when people say that you can’t live your dreams. This is what I tell them: Never say never!” “I have crushes, but they’re all too old. Like Beyonce -she has a husband, I might get shot. I went up to give Beyonce a hug at the Grammy’s and Jay-Z said, watch out buddy! He was kidding, but you know…” “I’m telling you, people. Everyday we wake up is another blessing. Follow your dreams and don’t let anyone stop you. Never say never.” I know my friends, family and fans know the person I am. Hearing adults spread lies and rumors is part of their job I guess. But all I have to say is… kill them with kindness. “I’m a really claustrophobic person to begin with. I hate elevators, especially crammed elevators. I get really scared. So I think that it’s very definitely scary when girls are all around me and I can’t go anywhere. At the same time, I guess I got to get used to i...