Ada seorang yang tidak mau mengakui dengan kesalahannya terhadap masalah oranglain, tetapi tidak peduli apa yang terjadi terhadapmu sehingga dia menjadi utama masalahmu. Bahkan tidak terselesaikan dengan masalahmu, namun kapan bisa mulai mengerti dengan dirimu sendiri. Akan tetapi, dia hanya bisa SERIBU BAHASA bila seorang tidak mau mengakui kesalahannya. Padahal, kesalahannya memang berada titik hidupnya.
Cara mau menghadapi orang yang tidak mau mengakui kesalahannya, adl akan lebih baik SERIBU BAHASA sehingga membiarkan orang mendapatkan balasNya. Karena itu, TUHAN telah mempersiapkan rencanaNya pada orang itu bukan membalas tetapi memberikannya sebagai pelajaran/cobaan.
Seperti dinyatakan firman TUHAN "Orang benar diselamatkan dari kesukaran, lalu orang fasik menggantikannya" -Amsal 11 : 8-
Kalaupun ada seorang yang melakukan perbuatannya bersifat suci terhadapmu, maka orang itu tidak mungkin melukai perasaanmu bila telah berbuat baik padamu. Tapi, ingatlah jika ada seorang yang berbuat yang keji padamu, maka terkutuklah hidupnya selama ia melakukannya.
Misalnya, kalau seorang yang mendapatkan masalah dari sumbernya, tapi seorang ini merasa tidak melakukan dengan sebenarnya dalam kejadian dengan sumber itu. Sepertinya, ada yang memakai orang itu menjadikan sumber masalah yang tidak terjadi terhadapnya. Sehingga, seorang ini baru mengetahui perbuatannya ingin tertutup secara rapat supaya tidak terlihat 'salah'. Cara ini bisa menyakiti orang yang tidak bersalah.
'Why do I can made something are happen for them?' itu sangatlah penting berada di dalam pikiranmu, terutama seorang yang berbuat keji terhadapmu.
Seperti dinyatakan firman TUHAN "orang baik dikenan TUHAN, tetapi si penipu dihukumNya" -Amsal 12 : 2-
Jujurlah pada yang telah terjadi padamu, secara terbuka apa yang aku katakan terhadapmu tapi asal sesuai dengan kejadian/keadaan. Sedangkan, orang fasik pandai memperdaya tipuannya agar bisa mempercayainya tapi tidak sesuai dengan keadaan/kejadian, malah orang fasik merasa senang jika ada berpihak dengannya. Kenyataannyaa, dunia sama seperti ini dan jujur aku sendiri merasakannya. Terkadang bila melakukan secara memutarbalik agar tidak kelihatan, maka ini bisa lebih banyak melihat seorang yang melukai fisik oranglain sampai menyalahkan tanpa menerima penjelasan seorang yg telah melukai fisiknya. Lalu, seorang telah siap untuk menjelaskannya agar bisa mengerti, namun aku merasa ini hal tidaklah mudah untuk menyampaikan secara detail. Aku rasa suatu nanti rancangan dari orang benar akan mengandalkan orang fasik sampai orang fasik akan mengetahui sendiri akhirnya menjatuhkan dirinya dalam lubang penderitaan.
Seperti dinyatakan firman TUHAN "Rancangan orang benar adalah adil, tujuan orang fasik memperdaya. Perkataan orang fasik menghadang darah, tetapi mulut orang jujur menyelamatkan orang" -Amsal 12 : 5-6-.
Jika orang benar telah berbuat sesuai kejadian/keadaan, maka hidup orang benar akan mengakhiri dengan bahagia bila melakukan dengan benar dan baik. Jika orang fasik suka mencari kesalahan orang lain, maka hidup orang fasik menyengsarakan berada titik dirinya.
Seperti dinyatakan firman TUHAN "Siapa berpegang pada kebenaran yang sejati, menuju hidup, tetapi siapa mengejar kejahatan, menuju kematian" -Amsal 11 : 19
Inilah saya pernah mengalami cara ini, terasa saja sudah pas dengan ini. Puji Tuhan, terimakasih telah mengirimku sebuah sinyal. :).
Komentar
Posting Komentar